Berbagi karena Merasakan Kekurangan

Berbagi karena merasa kekurangan
Berbagi karena merasa kekurangan

Siang tadi Rabu (11 Mei 2016) sekitar jam 16.00 saat saya pulang dari kantor, tiba-tiba saat di lampu merah, pandangan ini tertuju kepada seorang Tukang Becak yang sedang mangkal. Usianyapun sudah cukup tua untuk mengayuh becaknya, lalu tiba-tiba lewatlah seorang kakek -kakek yang membawa sekarung plastik bekas sambil berjalan setengah pincang didepan tukang becak itu.

Tiada disangka, tukang becak itu tiba-tiba menyodorkan bungkusan plastik seperti berisi nasi kotak, terlihat dari bentuknya dari plastik yang cukup transparan, dengan menundukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih, kakek itu pun berlalu.

Lalu sejurus kemudian saya dekati tukang becak itu yang saya perhatikan apabila dilihat dari pakaianya juga tidaklah bagus, ini menandakan bahwa penghasilannya juga pas-pasan. sambil bertanya: "saudaranya bang? kok dibagi bungkusannya?"

"Bukan mas, sayapun baru tahu ini, kasihan dia mas, bisa jadi dia belum makan sejak pagi tadi", jawab abang becak.

"Bukankah itu bekal abang?", tanyaku lagi.
"Iya mas, tapi tadi pagi saya sudah makan, toh sebenarnya itu baru jatah makan sore" jawabnya sambil tersenyum.

"Abang belum makan siang?" 
"Saya cukup sarapan pagi dan makan sore mas, dua kali saja sehari, yang siang dan malamnya di sore itu" katanya menjelaskan.

"Lalu jatah makan sore abang gimana?", saya kembali penasaran.
"Sarapan tadi pagi masih cukup mengganjal perut saya mas, kalau kakek tadi bisa jadi belum makan pagi atau bahkan sehari sebelumnya?"katanya.

"Kenapa diberikan bang? padahal abang sendiri baru sekali dalam sehari ini makannya?" kataku lagi
"Bagi saya itu sudah lebih dari cukup mas, saya belajar memberi bukan karena saya memiliki kelebihan, namun karena saya tau bagaimana rasanya kekurangan mas, bagaimana rasanya tidak ada yang dimakan untuk beberapa hari...."

Makjleb...!!! Jawabannya seperti menusuk didalam sanubari, seakan mengingatkan  saya bahwa berbagi dan memberi itu tidak harus menunggu saya memiliki kelebihan harta, namun dengan keadaan apapun masih bisa berbagi, itu wujud pengungkapan rasa syukur yang begitu tinggi!

Saya pun berlalu dengan sebuah ilmu yang luar biasa, memperoleh pelajaran yang sangat berharga, tidak lupa sebenarnya saya ingin memberi uang untuk makan sore bagi abang becak tadi, tapi keburu ditolaknya secara halus dan sopan bahwa yang bersangkutan ingin segera pulang. (doel)


======================================================================
Mari BERSINERGI, BERBAGI bersama KAMI

Donasi bisa disampaikan langsung ke kantor Lazismu Jember, Jl. Bondoyudo No.11 Jember ataupun Transfer ke:

Bank Syariah Mandiri (BSM) Jember
Norek: 7011737368 (Zakat)
Norek: 7011737352 (Infaq)
an. Lazis Muh. Jember


Bagi yang telah Transfer bisa Silahkan konfirmasi ke HOTLINE LAZISMU JEMBER melalui: SmS/WA ke: 081232000995

Untuk Layanan Jemput Donasi (Seputaran Jember Kota):
Ghifar: 0821-4172-1226
Sutarman: 0822-3014-3354
Agus: 0812-3179-8356
Dedi: 0822-5777-3188
Rodi: 0822-3467-8055
Irul: 0852-5880-5309
Berbagi karena Merasakan Kekurangan Berbagi karena Merasakan Kekurangan Reviewed by Lazismu Jember on Mei 11, 2016 Rating: 5

Related Posts No. (ex: 9)